Dalam upaya mendorong kemandirian dan modernisasi ekonomi warga lokal, mahasiswa KKN UNSOED menyelenggarakan program pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Beji. Berbeda dari kegiatan sosialisasi pada umumnya yang terpusat di satu lokasi, tim KKN UNSOED memilih melakukan pendekatan secara door-to-door dengan menyambangi langsung tempat usaha para warga. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, yaitu pada tanggal 24, 25, dan 26 Juli 2026 ini, berhasil menjangkau sekitar 10 pelaku UMKM lokal yang tersebar di wilayah Desa Beji.
Inisiatif pendampingan ini dilatarbelakangi oleh kondisi riil di lapangan, di mana mayoritas pelaku UMKM setempat masih minim melakukan pencatatan transaksi harian, belum mengadopsi sistem pembayaran digital QRIS, serta belum menerapkan strategi branding pada produk yang mereka jual. Pelaksanaan sosialisasi dan aksi nyata ini bertujuan utama untuk membantu para pelaku UMKM lokal dalam meningkatkan pendapatan usaha sekaligus membentuk manajemen dan pengelolaan keuangan yang jauh lebih tertata.
Dalam pelaksanaannya, edukasi yang disampaikan berfokus pada tiga materi utama yang disajikan secara praktis. Pertama, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya pencatatan keuangan sederhana secara harian, mulai dari mencatat kas masuk hingga kas keluar. Pada sesi ini, tim KKN UNSOED juga menekankan betapa krusialnya memisahkan antara dana pribadi dan dana usaha agar arus kas bisnis dapat terpantau secara jelas dan tidak tercampur untuk kebutuhan rumah tangga.
Selanjutnya, pilar kedua berfokus pada digitalisasi sistem pembayaran, di mana mahasiswa mengenalkan secara umum penggunaan QRIS beserta berbagai kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkannya dalam mempermudah transaksi cashless bagi pelanggan. Sementara pada pilar ketiga yang berfokus pada penguatan branding, tim KKN UNSOED memberikan bantuan nyata berupa stiker ucapan terima kasih dan pembuatan logo khusus bagi beberapa UMKM, sekaligus menjelaskan manfaat penting dari identitas visual tersebut untuk meningkatkan nilai jual dan daya tarik produk di mata konsumen.
KKN UNSOED berharap langkah kecil pendampingan door-to-door tersebut dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perekonomian warga Desa Beji. Sepuluh UMKM yang telah tersentuh program ini diharapkan mampu menjadi pemicu inspirasi bagi pelaku usaha lokal lainnya untuk mulai melek finansial, responsif terhadap kemajuan teknologi digital, serta makin percaya diri dalam menampilkan keunggulan identitas produk mereka di pasar yang lebih luas.